Medsos  

Wanita Ngaku Pramugari Batik Air Bikin Heboh | Ternyata Korban Penipuan

JAKARTA, (Tt) – Perempuan muda bernama Khairun Nisa mendadak viral setelah ketahuan berpenampilan layaknya seorang pramugari.

Ya, wanita tersebut bikin heboh jagat media sosial karena diduga berpura-pura menjadi pramugari Batik Air dalam penerbangan Palembang–Jakarta.

Aksi itu terbongkar oleh kru pesawat yang merasa seragam yang dikenakannya tidak sesuai standar resmi maskapai.

Dilansir dari laman cna.id, Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ipda Septian mengatakan, bahwa kecurigaan muncul ketika kru menilai corak rok Nisa berbeda dengan seragam pramugari Batik Air yang dikeluarkan PT Lion Grup.

Kemudian informasi itu langsung disampaikan kepada aviation security sebelum pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (8/1/2026) lalu.

Sampai di bandara, Nisa langsung dibawa ke kantor polisi untuk keterangan. Dari pemeriksaan awal, diketahui ia bukan kru maskapai, melainkan penumpang biasa yang membeli tiket dan duduk di kursi penumpang selama penerbangan dari Palembang ke Jakarta.

Ia sempat bersikeras mengaku sebagai pramugari Batik Air. Ia bahkan sempat menunjukkan kartu identitas sebagai bukti yang ternyata sudah kedaluwarsa.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Yandri Mono mengungkapkan, kalau di balik aksi penyamaran tersebut, hanya karena yang bersangkutan ingin menyenangkan hati orangtua di kampung.

Dia nekat berpura-pura menjadi pramugari karena tertipu oleh orang yang menjanjikan pekerjaan itu dan telah menyerahkan sejumlah uang.

Nisa merupakan warga Palembang yang datang ke Jakarta pada awal 2025 lalu. Kepada ibu dan keluarganya Nisa pamit untuk mendaftar sebagai pramugari.

Di Jakarta, ia bertemu seseorang yang menjanjikan bisa memasukkannya menjadi pramugari dengan syarat menyerahkan sejumlah uang.

Dalam proses tersebut, Nisa diminta membayar Rp30 juta. Namun setelah uang diserahkan, orang yang menjanjikan pekerjaan itu tidak lagi bisa dihubungi.

Karena malu gagal dan tidak ingin mengecewakan orang tuanya, Nisa akhirnya mengaku sudah diterima bekerja sebagai pramugari.

Saat berangkat dari Palembang, Nisa bahkan diantar langsung oleh orang tuanya. Karena waktu keberangkatan mepet, ia tidak sempat mengganti pakaian yang dikenakan.

Penampilannya yang menyerupai pramugari membuatnya sempat diduga dianggap sebagai extra crew oleh petugas.

Kecurigaan kru pesawat muncul ketika Nisa terlihat gelagapan saat ditanya soal pendidikan dan diklat pramugari. Ia tidak mampu menjawab dengan meyakinkan, sehingga kru memastikan identitasnya.

Ia juga tidak mampu menjawab beberapa pertanyaan standar seputar tugas dan prosedur awak kabin. Jawaban yang tidak sinkron dengan SOP pramugari inilah yang memicu kecurigaan lebih kuat.

Tidak ketinggalan, motif rok yang dipakai Nisa juga tidak sesuai dengan standar seragam pramugari Batik Air. Dari sejumlah kejanggalan itu, penyamaran akhirnya terungkap.

Yandri menyampaikan, Nisa juga sempat membuat unggahan palsu di media sosial agar keluarganya percaya bahwa dirinya telah bekerja sebagai pramugari. Aksi tersebut murni dilakukan karena tekanan psikologis dan rasa malu, bukan dengan niat jahat.

Pihak kepolisian memastikan Nisa tidak ditahan karena tidak ditemukan unsur pidana. Hanya pakaian dan barang terkait yang diamankan untuk keperluan klarifikasi. Pihak Batik Air pun disebut tidak mempermasalahkan kejadian tersebut.

Di akhir keterangannya, Yandri mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan berkedok rekrutmen pramugari. Ia menegaskan proses resmi penerimaan kru maskapai harus mengikuti aturan dan jalur yang telah ditetapkan oleh perusahaan penerbangan. (Dbs/Red)